Membangun SOHO (Small Office Home Office) Menggunakaan Mikrotik
A. PENDAHULUAN
Fungsi Firewall
Pada dasarnya fungsi firewall dalam jaringan berguna sebagai sistem keamanan, untuk lebih detilnya tentang fungsi firewall sebagai berikut :
Topologi
Pada topologi dijelaskan jika terdapat 2 jaringan yang masing - masing memilii web server dan FTP server sendiri.
Jaringan yang dkonfigurasi memiliki IP public 10.252.108.42 dan IP private 192.168.2.0
Konfigurasi IP :
B. PERCOBAAN
Konfigurasi DHCP Server dengan mikrotik
Instalasi apache2
Instalasi nmap, untuk cek service
Instalasi lynx untuk cek web browser
Instalasi PHP
Buka direktori /var/www/html copy file index.html ke index1.html dengan command
#cp index.html index1.html kemudian hapus file index.html dengan index.html #rm index.html
Create ulang file index.html #nano index.html lalu isikan program seperti dibawah ini.
Restart apache2, lalu buka browser dengan lynx.
Jika muncul seperti dengan capture diatas, konfigurasi web server telah berhasil.
IP Forwarding
IP Forwarding merupakan kondisi di mana router meneruskan
paket data yang diterimanya pada suatu interface (kartu jaringan / eth)
ke interface yang lain sesuai tujuan paket, jadi IP Forward adalah
syarat pokok untuk membuat gateway. (Molavi Arman:2018).
Web Server
Web server adalah sebuah software yang memberikan layanan berbasis
data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada klien
yang dikenal dan biasanya kita kenal dengan nama web browser (Mozilla
Firefox, Google Chrome) dan untuk mengirimkan kembali yang hasilnya
dalam bentuk beberapa halaman web dan pada umumnya akan berbentuk
dokumen HTML.
Firewall
Pengertian Firewall adalah sebuah suatu sistem yang dirancang
untuk mencegah akses yang tidak diinginkan dari atau ke dalam suatu
jaringan internet. Untuk mencegah berbagai serangan yang tidak
diinginkan, firewall bekerja dengan mengontrol baik itu melacak,
mengendalikan dan memutuskan suatu perintah bahwa jaringan ini boleh
lewat (pass), perlu dijatuhkan (drop), perlu ditolak (reject), melakukan
enkripsi serta mencatat history atau aktivitas data.
Firewall mengikuti petunjuk kebijakan keamanan (security policy)
yang dibuat oleh sistem keamanan (Ahli IT) yang melakukan setting
terhadap keamanan jaringan internet atas keluar masuknya data. Sehingga
kunci dari big data sebuah perusahaan ada pada sebuah sistem keamanan
tersebut. Firewall ini bisa dikatakan mutlak harus ada pada setiap
komputer yang terkoneksi dengan internet. Karena hal ini diperlukan
sebagai gerbang keamanan antara jaringan lokal dan jaringan luar.
Pada dasarnya fungsi firewall dalam jaringan berguna sebagai sistem keamanan, untuk lebih detilnya tentang fungsi firewall sebagai berikut :
- Mengontrol dan mengatur perjalanan lalu lintas paket data yang masuk ke jaringan private semisal VPN
- Autentikasi terhadap paket data yang dikirim berdasarkan sumber asalnya.
- Melakukan proteksi terhadap sumber daya yang ada di jaringan privat
- Membuat catatan history semua peristiwa serta melakukan pelaporan kepada administrator
IP Tables
Pada sistem operasi Linux terdapat mekanisme keamanan yang
menggunakan tools IPTables. Melalui IPTables ini maka sistem dapat
melakukan pengelolaan atas paket-paket yang berhubungan dengan sistem
operasi Linux. Secara sederhana, sistem pengelolaan koneksi data ini
dapat terbagi menjadi 3 bagian besar, yaitu :
- INPUT
Berguna ketika melakukan pembatasan atas paket-paket yang masuk dari luar ke dalam sistem operasi tersebut. Misalnya adalah ketika seorang administrator melakukan koneksi ke mesin Linux dari mesin lainnya melalui fasilitas SSH. - OUTPUT
Adalah kondisi di mana paket data keluar dari sistem Linux ke luar, misalnya ketika sistem Linux melakukan proses updating sehingga membutuhkan koneksi ke luar. - FORWARD
bila sistem anda menggunakan Linux sebagai router, maka paket data yang datang ke sistem Linux bukan ditujukan untuk mesin itu sendiri, namun demikian mesin Linux yang berfungsi sebagai router harus melakukan forward atas paket data tersebut ke tujuan yang diinginkan.
FTP
File Transfer Protocol (FTP) adalah suatu protokol yang berfungsi
untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP
koneksi bukan UDP. Dua hal yang penting dalam FTP adalah FTP Server dan
FTP Client. FTP server adalah suatu server yang menjalankan software
yang berfungsi untuk memberikan layanan tukar menukar file dimana server
tersebut selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat permintaan
(request) dari FTP client.
FTP client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk
tujuan tukar menukar file. Setelah terhubung dengan FTP server, maka
client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai
dengan permission yang diberikan oleh FTP server.
Tujuan dari FTP server adalah sebagai berikut :
- Untuk tujuan sharing data
- Untuk menyediakan indirect atau implicit remote computer
- Untuk menyediakan tempat penyimpanan bagi user
- Untuk menyediakan transfer data yang reliable dan efisien
Topologi
Pada topologi dijelaskan jika terdapat 2 jaringan yang masing - masing memilii web server dan FTP server sendiri.
Jaringan yang dkonfigurasi memiliki IP public 10.252.108.42 dan IP private 192.168.2.0
Konfigurasi IP :
- Komputer/PC untuk web service konfigurasi statis dengan IP 192.168.2.2
- Komputer/PC untuk FTP server dikonfigurasi statis dengan IP 192.168.2.3
- Komputer/PC lain konfigurasi DHCP dengan range IP 192.168.2.4 – 192.168.2.254
B. PERCOBAAN
Konfigurasi DHCP Server dengan mikrotik
Buka aplikasi winbox untuk konfigurasi mikrotik, pastikan
kabel LAN komputer/PC telah terhubung dengan mikrotik. Masukkan mac address
mikrotik untuk login ke aplikasi winbox
Untuk konfigurasi DHCP Server, klik toolbar IP à DHCP Server.
Klik tombol “DHCP setup” untuk menambahakan
konfigurasi DHCP server baru
Akan muncul window DHCP setup - interface,
isikan interface yang digunakan sesuai dengan kabel LAN komputer/PC yang
terhubung ke mikrotik. Contoh pada kasus saya adalah untuk interface ethernet4
Pada window DHCP setup – network, isikan
jaringan yang akan disetting ip dhcp, dalam topologi yang saya gunakan adalah
untuk network 192.168.2.0
Konfigurasi Gateway
Window DHCP setup pool address, isikan nilai range IP
yang akan dipakai. Saya gunakan range 192.168.2.4 – 192.168.2.254 yang artinya
ip dhcp yang akan digenerate adalah antara 192.168.2.4 – 192.268.2.254
Setting DNS server untuk DHCP setup, untuk
sementara dns dikosongkan karena nantinya akan diisi dengan dns yang akan
dibuat pada langkah selanjutnya
Setting leases time
DHCP server yang disetting bewarna merah, hal
ini dikarenakan komputer/PC yang digunakan untuk konfigurasi mikrotik tidak
diseeting IP. Setting IP address dengan klik IP à address lalu tambahakan IP address dengan mengklik tombol “+”. Isikan
IP yang akan digunakan berdasar range yang telah disetting sebelumnya, isikan
network dan interface yang digunakan pula
Cek IP Pada Guest OS
Lakukan konfigurasi dhcp pada guset OS windows
dengan membuka control panel à Network and Internet à Network connection à Ethernet à Properties. Pada kolom Internet Protocol
Version 4 (TCP/IPv4) rubah konfigurasi menjadi automatically.
Lakukan refresh IP.
Dapat dilihat jika konfigurasi DHCP server telah berhasil, karena guest os komputer windows telah mendapatkan IP private 192.168.2.251 dari konfigurasi jaringan 192.168.2.0
Dapat dilihat jika konfigurasi DHCP server telah berhasil, karena guest os komputer windows telah mendapatkan IP private 192.168.2.251 dari konfigurasi jaringan 192.168.2.0
Konfigurasi Web Server
Instalasi apache2
Instalasi nmap, untuk cek service
Instalasi lynx untuk cek web browser
Instalasi PHP
Buka direktori /var/www/html copy file index.html ke index1.html dengan command
#cp index.html index1.html kemudian hapus file index.html dengan index.html #rm index.html
Create ulang file index.html #nano index.html lalu isikan program seperti dibawah ini.
Restart apache2, lalu buka browser dengan lynx.
Jika muncul seperti dengan capture diatas, konfigurasi web server telah berhasil.
Konfigurasi FTP Server
Lakukan instalasi paket proFTPD dengan perintah #apt install proftpd
Pada pengaturan instalasi proFTPD, pilih standalone.
Buka file /etc/network/interfaces, ganti IP menjadi static
Lalu cek apakah ip sudah sesuai atau belum
Buka file /etc/proftpd/proftpd.conf. Gantikan ServerName dengan grouptwo.com
Gantikan DefaultRoot dengan direktori home, yaitu /home/winter. Nama folder yang diganti merupakan folder yang akan dishare melalui FTP
Masuk ke direktori home user, lalu buat direktori ftp dengan perintah #mkdir ftp. Buka hak akses direktori yang baru saja dibuat untuk semua dengan perintah #chmod 777 /ftp.
Lakukan instalasi paket proFTPD dengan perintah #apt install proftpd
Pada pengaturan instalasi proFTPD, pilih standalone.
Buka file /etc/network/interfaces, ganti IP menjadi static
Lalu cek apakah ip sudah sesuai atau belum
Buka file /etc/proftpd/proftpd.conf. Gantikan ServerName dengan grouptwo.com
Gantikan DefaultRoot dengan direktori home, yaitu /home/winter. Nama folder yang diganti merupakan folder yang akan dishare melalui FTP
Masuk ke direktori home user, lalu buat direktori ftp dengan perintah #mkdir ftp. Buka hak akses direktori yang baru saja dibuat untuk semua dengan perintah #chmod 777 /ftp.
Buat user baru.
Setelah selesai, ubah path home direktori user yang baru saja dibuat menjadi /home/winter/ftp dengan perintah #usermod –d {path_home_direktori} {nama_user}.
Pada PC client, buka internet browser. Pada kolom pencarian, ketikkan alamat ftp ftp://{alamat_ip_ftpserver}. Jika berhasil, akan muncul halaman sign in
Setelah selesai, ubah path home direktori user yang baru saja dibuat menjadi /home/winter/ftp dengan perintah #usermod –d {path_home_direktori} {nama_user}.
Pada PC client, buka internet browser. Pada kolom pencarian, ketikkan alamat ftp ftp://{alamat_ip_ftpserver}. Jika berhasil, akan muncul halaman sign in
Konfigurasi IP Forwarding
Pastikan mikrotik bisa diakses dengan IP Public yang telah kita miliki dari ISP
Contoh :
Ubah Services www yang digunakan untuk mengakses mikrotik webfig dari port 80 (default) menjadi disabled. Tujuannya agar port 80 dapat difungsikan untuk webserver local internet kita.
Konfigurasi IP Forwarding
Konfigurasi IP Forwarding dapat dilihat di https://niken338.blogspot.com/2019/01/ip-forwarding-dengan-mikrotik.html
Pastikan mikrotik bisa diakses dengan IP Public yang telah kita miliki dari ISP
Contoh :
- IP Public : 10.252.108.42 (IP dari ISP)
- IP Local : 192.168.2.2 (IP Webserver internet / local)
- IP Local : 192.168.2.3 (IP FTP server internet / local)
Ubah Services www yang digunakan untuk mengakses mikrotik webfig dari port 80 (default) menjadi disabled. Tujuannya agar port 80 dapat difungsikan untuk webserver local internet kita.
Konfigurasi IP Forwarding
Konfigurasi IP Forwarding dapat dilihat di https://niken338.blogspot.com/2019/01/ip-forwarding-dengan-mikrotik.html

























Komentar
Posting Komentar