IP Forwarding dengan Mikrotik dan Serangan DDoS Web Server dengan Slowloris
Pastikan mikrotik bisa diakses dengan IP Public
yang telah kita miliki dari ISP
Contoh :
Contoh :
- IP Public : 10.252.108.42 (IP dari ISP)
- IP Local : 192.168.2.2 (IP Webserver internet / local)
- IP Local : 192.168.2.3 (IP FTP server internet / local)
Ubah Services www yang digunakan untuk mengakses mikrotik webfig dari port 80 (default) menjadi disabled. Tujuannya agar port 80 dapat difungsikan untuk webserver local internet kita.
Untuk
konfigurasi port forwading Web (http port 80), Masuk ke menu IP - Firewall -
NAT - Add Rule.
Kemudian akan
muncul window NAT Rule, lalu pilih tab General.
Keterangan :
- Chain = dstnat (destination NAT)
- Protocol = (6)TCP , protocol yang digunakan untuk mengakses ke webserver kita adalah TCP
- Dst port = 80 ¸ port 80 digunakan untuk mengakses IP Public kita.
- In. Inerface = ether1 , interface akses ke internet sesuai dengan interface yang digunakan
Selanjutnya
konfigurasi untuk tab action untuk web server (port 80)
Keterangan:
- Action = dst-nat , jika memenuhi kondisi seperti pada setting GENERAL maka akan diforward ke IP local
- To Address = 192.168.2.2 , IP ini adalah IP address alamat tujuan port forwading jika ada yang mengakses IP Public : 10.252.108.42
- To Port = 80 , Port yang dituju pada IP Local webserver 192.168.2.2 yaitu port 80
Lalu cek
menggunakan browser anda dengan menggunakan IP Local dan IP Public
Untuk Konfigurasi port forwarding FTP diperlukan 2 port yaitu 21 dan 20. Port 21 adalah port utama FTP server sedangkan port 20 adalah untuk port transfer data (TCP/UDP)
Konfigurasi
nya sama dengan praktikum sebelumnya pada ip forwarding untuk web server.
Tambahan untuk port 20 digunakan untuk masing masing protokol yaitu UDP an TCP.
Hasil dari IP Forwarding FTP bila diakses dengan IP public dan IP private
Konfigurasi Slowloris
Download slowloris pada https://github.com/llaera/slowloris.pl
Requirement yang diperlukan untuk menjalankan slowloris adalah :
Hasil dari IP Forwarding FTP bila diakses dengan IP public dan IP private
Download slowloris pada https://github.com/llaera/slowloris.pl
Requirement yang diperlukan untuk menjalankan slowloris adalah :
- # sudo apt-get install perl-mechanize
- # sudo apt-get install perl
- # sudo apt-get install libwww-mechanize-shell-perl
Jalankan slowloris.pl,
ketikan pada terminal : #perl Slowloris.pl
Buka file explorer, cari file slowloris yang telah didownload, lalu ekstrak, kemudian klik kanan pilih open in terminal.
Buka file explorer, cari file slowloris yang telah didownload, lalu ekstrak, kemudian klik kanan pilih open in terminal.
Ketikkan perintah :
Keterangan :
- dns : the target ( dapat berupa IP atau domain )
- port : port yg di gunakan oleh webserver ( 80 )
- timeout: nilai waktu delay timeout untuk setiap paket thread
- num : jumlah soket yang digunakan untuk mendapatkan koneksi
- tcpto : TCP Timeou
- Httpready : HTTPReady di gunakan apache untuk buffer connections. attacker dapat melewati perlindungan ini dengan mengirimkan permintaan POST bukan GET atau HEAD
Slowloris.pl melakukan DDoS attack sederhana,
sehingga minim bandwidth dan resources dan menyerang web server tanpa
menpengaruhi services atau port layanan lainnya serta meng-exploitasi
ketidakmampuan webserver untuk menangani ribuan koneksi
Webserver yang megalami serangan
DdoS ini respone time akan sangat lama. Untuk dapat memantau access log pada
web server dapat diketikan perintah berikut.
# tail /var/log/apache2/access.log
Dari scren capture access.log apache tersebut dapat diketahui jika ada beberapa komputer/pc yang sedang mengakses webserver kelompok kami yaitu komputer dengan IP 10.251.108.41 dan 10.252.108.43. Jika komputer yang masuk dalam waktu 1 menit mengirimkan banyak request, maka dapat dicurigai jika komputer tersebut sedang melakukan serangan terhadap web server.
Kesimpulan
Pada praktikum ini kita belajar mengenai keamanan
jaringan yang salah satunya adalah dengan menggunakan firewall. Firewall memiliki dua
fungsi, yaitu memblok lalu lintas, dan mengijinkan lalu lintas. Dengan
menggunakan firewall, kita dapat melakukan konfigurasi atau pengaturan hak
akses terhadap ip address yang dianggap kurang baik bagi user.
Port
Forwarding– salah satu fitur pada Router yang menggunakan fungsi NAT (Network
Access Translation) yang mengalihkan (redirect) permintaan komunikasi dari
salah satu IP Address atau Port tertentu yang melewati firewall Router dan
dialihkan ke IP Address lain dan port lain/sama.
Dari
sisi kemanan data, port forwarding ini lebih aman dibanding DMZ, alasannya
hanya port yang terbuka dan bisa kita akses, port lain yang tidak dibutuhkan
tidak akan dapat diakses sehingga mengurangi resiko perangkat kita untuk
disusupi program-program atau orang-orang usil. Misal untuk webserver umumnya
menggunakan port 80 sampai 88 atau 8080.










Komentar
Posting Komentar